Monday, August 22, 2005

Suhemi - Si Pembantu Seratus Buku

Hi guys, it's great that some people actually read my blog - I'm so happy! Please visit my blog regularly :p because blogging won't be that great if nobody visits the blog; I will also update the blog regularly. Oh yeah, the Pisang's life story will be continued next time. Tonight, I'm thinking to berkhayal a bit, and writing a story about Suhemi. Who is Suhemi? What's wrong with her? Enjoy the story, alrite :)

Suhemi - Si Pembantu Seratus Buku

Pertama kali ngeliat sih tidak ada kesan aneh sedikitpun, Suhemi tampak seperti pembantu pembantu lainnya, hanya saja dia sedikit tinggi. Suhemi bekerja sangat baik, bahkan lebih baik dari pembantu pembantu rumah kami selama ini. Ketika tidak ada pekerjaan menunggu misalnya, dia akan membersihkan apapun yang bisa bersihkan, hasilnya: rumah kami jadi sangat bersih. Dia juga sangat perhatian terhadap ciri khas masing-masing orang dirumah, seperti kalau misalnya kakak saya datang dari luar, pasti ingin minum yang dingin dingin, tanpa diingatkan, begitu kakak saya masuk rumah, minuman dingin sudah menanti di meja. Dia juga mengingat detail-detail seperti berapa sendok gula yang perlu dicampurkan ke kopi masing masing dari orang di rumah. Saya berpikir kalau Suhemi adalah pembantu rumah tangga yang hebat, tapi tidak terlihat hal aneh lainnya.

Suatu saat, saya dikagetkan oleh kalimat yang diucapkan oleh Suhemi ini. Ceritanya begini, ketika saya baru saja pulang ke rumah dan menaruh sepatu saya di rak sepatu, si Suhemi yang lagi menyapu di depan saya, ngeliatin sepatu yang baru ditaruh di rak tersebut terus menerus. Ketika saya beranjak, dia langsung buru-buru ngelurusin sepatu yang saya taruh hanya miring sangat sedikit - orang biasa engga akan sadar kalau itu miring. Lantas, saya yang bingung ngeliatin kelakuannya ngelantur, "ngapain kamu mi?" Terus dia ngejawab, "maaf, kayaknya saya ngejangkit Obsessive Compulsive Disorder." "Holy Shit!" benakku dalam hati, Suhemi mengucapkan kata tersebut dengan aksen Inggris yang sangat bagus, and "Shit" benakku lagi, "darimana dia bisa ngerti tentang kelainan Obsessive Compulsive Disorder, dia ini seorang pembantu kan?" Abis ngucapin kalimat tersebut, Suhemi nyapu lagi dengan inosennya, saya tercengang dua detik, lantas pergi, dengan tetap bingung.

Dengan masih terheran-heran, malamnya saya menceritakan hal itu ke kakak saya. Lantaran, ternyata dia juga punya cerita aneh mengenai pembantu kami yang satu ini. Kakak saya bercerita kalau dia pernah melihat si Suhemi nonton acara komedi. Nah masalahnya, acara komedi itu ditayangkan di channel TV Phoenix, dan channel itu berbahasa Cina tanpa terjemahan bahasa Indonesia. Kata kakak saya, pertama-tama dia agak ngeri ngelihat si Suhemi bisa tertawa haha-hihi mengikuti lelucon acaranya, "darimana dia bisa ngerti Chinese yah?" pikirnya. Lantas, dia menyimpulkan kalau mungkin si Suhemi pernah melihat versi dubbingnya di stasiun TV Indonesia. Nah, sekarang kakak saya jadi dua kali lebih bingung dan yakin kalau Suhemi ternyata memang aneh setelah mendengar ceritaku, persis dengan aku yang juga dua kali lebih bingung. "Ada apa dengan si Suhemi ini?"

Kami berpikiran untuk merundingkan hal ini dengan orang rumah lainnya, apakah mereka mereka juga punya pengalaman menarik dengan Suhemi. Kemudian, kamipun menanyai papa dan mama yang ternyata tidak punya cerita menarik mengenai si Suhemi. Namun, kakak tertua kami ternyata juga punya pengalaman aneh tentang Suhemi. Dia bercerita kalau si Suhemi pernah ngasih tahu dia nomor telponnya si Hendra waktu kakak ingin ngomong dengan saya yang lagi main di rumah Hendra. Mengerikannya, kata kakak saya, Suhemi mengaku tidak ingat kenapa dia bisa ingat nomor telpon itu (tebakan saya sih: mungkin dia tidak sengaja mendengar percakapan saya di telepon, ketika saya menanyakan nomor telpon Hendra ke teman lain) dan bahkan si Suhemi ini juga mengatakan kepada kakak saya kalau entah kenapa dia mengingat sekitar 200 nomor telepon, padahal dia engga pernah menelpon siapapun selain neneknya yang tinggal di desa. Si kakak tertua pertama mengira si Suhemi itu bohong dan dia agak gila. Sekarang dia mesti berpikir lain.

Kita semua semakin bingung, dan menduga kalau si Suhemi ini mungkin seorang mahkluk luar angkasa yang dikirim untuk memata-matai keluarga kami. Atau dia hanyalah seseorang manusia biasa yang kebetulan ber-IQ tinggi?

bersambung lain kali.

2 Comments:

Blogger guario said...

apa lanjutannya? menarik nih;). btw, suhemi tuh laki atau perempuan?

10:24 AM  
Blogger pisang said...

hi rio .. suhemi cewe aja deh ... hehehe ... :-) .. lagi belajar berkhayal nih .. mohon petunjuk! (kaya di cerita silat aja .. hehehe)

1:00 PM  

Post a Comment

<< Home